Review Film: Titip Bunda di Surga-Mu
Sangat disayangkan melihat sebuah film dengan premis yang potensial harus terjebak dalam eksekusi yang kurang matang. Secara keseluruhan, film ini terasa seperti kehilangan arah akibat naskah yang tidak solid.
Beberapa catatan saya setelah menonton film ini :
1. Aktor Hebat, Naskah "Receh": Para jajaran pemain sebenarnya sudah berusaha maksimal memberikan performa terbaik mereka. Namun, dialog yang ditulis terasa sangat kaku dan dangkal, sehingga performa akting mereka justru terlihat kurang berwibawa.
2. Upaya Sedih yang Berlebihan: Film ini terkesan terlalu memaksakan penonton untuk merasa sedih (too much). Alih-alih menyentuh secara natural, dramatisasi yang berlebihan justru membuat rasa haru yang ingin dibangun menjadi tidak sampai.
3. Mubazirnya Tokoh Ayah: Salah satu poin paling mengecewakan adalah karakter Ayah yang diperankan oleh Ikang Fawzi. Sebagai sosok suami dan kepala keluarga, perannya justru terasa seperti "pajangan" tanpa urgensi. Kurangnya porsi dialog dan peran aktif membuatnya hanya menjadi pelengkap yang membingungkan.
4. Eksekusi yang Absurd: Sangat disayangkan karena plot dasarnya sebenarnya cukup menarik. Namun, karena naskah yang berantakan, alur cerita yang seharusnya emosional malah terasa janggal dan tidak logis di beberapa bagian.
Jadi, film Titip Bunda di Surga-Mu adalah drama keluarga yang terjebak dalam formula melodrama klasik yang kurang terasah. Potensi plotnya yang oke tergerus oleh dialog yang lemah dan pengembangan karakter yang tidak seimbang.
Setuju oke, gak setuju silahkan..
Komentar
Posting Komentar