Menyelami "Kembang Dese": Ketika Akar Reggae Klasik Berpadu dengan Energi Lintas Generasi


Ketika sebuah mahakarya masa lalu bertemu dengan napas segar musisi masa kini, hasilnya sering kali melampaui ekspektasi. Begitulah kesan yang langsung menyeruak saat mendengarkan “Kembang Dese”, proyek kolaborasi terbaru yang mempertemukan band reggae kawakan asal Lombok, Amtenar, bersama Olan Pelita Groove dan Lexa Apprigio.

Lagu ini jelas bukan daur ulang biasa. "Kembang Dese" adalah sebuah bentuk penghormatan kultural yang cerdas terhadap karya abadi maestro musik legendaris Lombok, almarhum Abdullah Mahsyar. Musik ini sudahakran di telinga saya sejak masa remaja. Meski saya asli berasal dan tingga di Sumbawa saat itu, musik OM Pelita harapan sudah familiar bagi saya karena tetangga yang hampir setiap pagi dan sore memutar lagu-lagu Orkes Melayu Sasak pimpinan Sang Legend Abdukllah Mahasyar ini. Menariknya lagi, sekarang proyek ini digarap sebagai wadah kolaborasi lintas generasi yang menghubungkan kematangan musikalitas senior dengan energi dan perspektif segar dari para kolaboratornya. 

Secara musikal, Amtenar tetap setia pada akar reggae mereka yang hangat, ditandai dengan ketukan ritmis off-beat yang rileks namun bertenaga. Namun, sentuhan dari Olan Pelita Groove dan Lexa Apprigio berhasil memberikan dimensi baru. Aransemennya terasa lebih kaya secara tekstur, memadukan nuansa tropis khas reggae dengan balutan produksi modern yang bersih tanpa harus kehilangan soul tradisional dari lagu aslinya. Dibawakan dalam balutan lirik berbahasa Sasak, lagu ini tidak hanya memanjakan telinga, tetapi juga merawat identitas budaya lokal agar tetap relevan di era digital. Karakter vokal yang saling bersahut-sahutan menciptakan harmoni dinamis, merefleksikan estafet kreativitas yang berjalan mulus antar-generasi.

Pada akhirnya, "Kembang Dese" membuktikan bahwa warisan musik daerah tidak akan pernah usang di tangan kreator yang tepat. Amtenar, Olan Pelita Groove, dan Lexa Apprigio sukses meracik sebuah sajian world music lokal yang membumi, elegan, dan layak mendapatkan tempat istimewa di daftar putar harian Anda.

Dengarkan dan nikmati langsung keindahannya melalui tautan Kembang Dese di YouTube.

 

Komentar