pada tanggal
Film Indonesia
Review Film
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sentuhan visual monokrom yang dibalut rekaman arsip sejarah berpadu elok dengan tarikan vokal penuh penghayatan. Di sinilah akar falsafah hidup bermasyarakat dititipkan lewat prinsip luhur Parenti Kalanis, tiga pilar suci yang menjadi kompas moral Tau Samawa (Orang Sumbawa) :
Secara musikal, lagu ini bernapas melalui denyut tradisi yang hidup. Alunan tabuhan rebana Sakeco berpadu harmonis dengan gelora Tembang Kiak, seni vokal penuh semangat yang menggetarkan dada, mengingatkan kita pada kehangatan malam-malam di berugak, di bawah naungan langit Sumbawa.
Keindahan makna tersebut semakin menemukan wujudnya yang nyata tatkala Iqbal Sanggo berdampingan melantunkan melodi bersama Muhammad Widi Yantoko. Sebagai sosok berdarah Solo-Sumbawa, Widi memaknai kolaborasi ini sebagai perwujudan hidup dari bait "tau ka ada ke tau ka datang" pesan indah tentang bagaimana Tana Samawa selalu berlapang dada merangkul siapa saja, menyatukan anak negeri dan para pendatang dalam satu ikatan kekeluargaan yang tulus.
"Tau Samawa" video musik biasa, sih. Video musik ini semacam surat cinta yang ditulis dengan air mata rindu dan kebanggaan, sebuah pengingat abadi bahwa di mana pun kaki memijak, harkat, adat, dan cinta kasih pada tanah tumpah darah akan selalu menjadi rumah sejati bagi jiwa yang pulang.
Komentar
Posting Komentar